Bahas Grammar dan Soal Bahasa Inggris, TOEFL serta IELTS

Bahas Modal Auxiliary

Istilah modal auxiliary tentunya tidak asing lagi ditelinga pembaca sekalian. Modal auxiliaries (bentuk jamak dari modal auxiliary) pada dasarnya berfungsi untuk menginformasikan kepada decoder (pendengar atau pembaca) tentang cara sebuah aksi atau aktivitas dilakukan. Modal auxiliary juga sering disebut dengan istilah 'Kata Kerja Bantu' oleh pengajar bahasa Inggris, baik oleh guru sekolah maupun oleh pengajar lembaga kursus. Tanpa perlu berpanjang lebar, kita langsung saja menuju intinya.

Modal auxiliaries terbagi kedalam dua kategori. Pertama, modal auxiliaries diikuti oleh infinitive yang mengandung particle word 'to' dan modal auxiliaries tanpa particle word 'to'.

Modal auxiliaries with 'to'


Modal Auxiliary

Particle Word

Makna
Be
Be able
Be allowed
Be supposed
Have got
Have
Like
Need
Ought
Used
Want
Wish

to
Kewajiban/keharusan (prioritas menengah)
Memiliki kemampuan
Izin
Kewajiban/keharusan (prioritas menengah)
Menekankan keharusan yang kuat (prioritas tinggi)
Keharusan (prioritas tinggi)
Menikmati sesuatu
Keharusan (prioritasmenengah)
Keharusan (prioritas menengah)
Kebiasaan dimasa lalu
Keinginan
Keinginan

Penggunaan modal auxiliaries with 'to' diatas dapat dilihat dari beberapa contoh berikut ini.


Modal Auxiliary

Particle
Word

Contoh
Be
Be able
Be allowed
Be supposed
Have got
Have
Like
Need
Ought
Used
Want
Wish

to
I am to read English text
I am able to read English text
I am allowed to read English text
I am supposed to read English text
I have got to read English text
I have to read English text
I like to read English text
I need to read English text
I ought to read English text
I used to read English text
I want to read English text
I wish to read English text

Pada contoh diatas, infinitive ditempatkan setelah modal auxiliary dengan particle word 'to'. Perlu diingat bahwa 'be' pada tabel diatas merujuk kepada 'to be' untuk masing-masing subject. Jika subject-nya merupakan orang ketiga tunggal seperti 'he, she, dan it', maka 'be' yang digunakan adalah 'is'. Begitu halnya jika subject-nya 'you, we, dan they' yang menggunakan 'be' berupa 'are'.
He is able to read English text
She is allowed to read English text
You are able to read English text
We are allowed to read English text
Perlu diperhatikan untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan 'to have'. Pastikan pembaca sekalian mampu membedakan penggunaan 'to have' dalam tiga bentuk berikut ini.
Modal auxiliary : They have to stay home (have diikuti oleh infinitive)
Transitive verb : She has a new job (have diikuti oleh direct object atau objek langsung)
Perfect tense auxiliary : They have arrived (have diikuti oleh past participle)
Bandingkan kalimat tanpa modal auxiliary with to dengan kalimat yang sama namun mengandung modal auxiliary with to berikut ini.
They stay home : Kalimat ini hanya mengandung informasi sederhana
They have to stay home : Modal auxiliary 'have + to' menegaskan sebuah keharusan atau kewajiban untuk tidak keluar rumah.
He read a novel : Kalimat ini hanya mengandung informasi sederhana
He wants to read a novel : Modal auxiliary 'want + to' menegaskan adanya keinginan yang mendasari dia (he) untuk membaca novel.
Membandingkan kedua contoh kalimat diatas, kalimat tanpa modal auxiliary with to dan kalimat dengan modal auxiliary with to pada dasarnya memuat informasi yang sama. Keberadaan modal auxiliary dalam kalimat mempertegas 'cara sesuatu itu dilakukan'. Dengan kata lain, modal auxiliary mengubah tingkat prioritas sebuah peristiwa atau aktivitas. Jika they stay home dipahami sebagai informasi sederhana, maka they have to stay home mengisyaratkan adanya prioritas tinggi untuk tinggal di rumah (stay home).

Modal auxiliaries with to dipengaruhi tenses

Modal auxiliaries diatas dapat muncul dalam bentuk lain sebagai akibat dari pengaruh tenses atau bentuk waktu.

Tenses
Modal Auxiliary
Be allowed to
Need to
Have to
Present
She is allowed + infinitive
She needs to + infinitive
She has to
Present Perfect
She has been allowed to +  infinitive
She has needed to + infinitive
She has had to + infinitive
Past
She was allowed to + infinitive
She needed to
She had to + infinitive
Past Perfect
She had been allowed to + infinitive
She had needed to + infinitive
She had had to + infinitive
Future
She will be allowed to + infinitive
She will need to + infinitive
She will have to + infinitive

Catatan Khusus

'ought to' dan 'to be'
Keduanya hanya dapat digunakan dalam tenses 'present' dan 'past' saja; tidak untuk tenses lainnya.
'ought to' in past tense
In past tense, modal auxiliary with to 'ought to' diikuti oleh 'have + past participle'.
Ought to + have + past participle (V3)
They ought to have gone home earlier
He ought to have spent less money
'used to'
Modal auxiliary 'used to' hanya dapat digunakan untuk tense 'past' saja dan tidak untuk tenses selain itu.
'be used to' dan 'used to be'
Modal auxiliary 'be used to' merupakan sinonim dari be accustomed to yang berarti 'mulai terbiasa' dengan aktivitas tertentu, sedangkan 'used to be' berarti 'dahulu'. Perhatikan contoh dibawah.
She used to speak Bahasa Indonesia - Menunjukkan kebiasaan dimasa lalu
She is used to life in Indonesia - Dia (she) terbiasa tinggal di Indonesia (sinonim dari 'be accustomed to')
She used to be a teacher  - Dia (she) dulunya adalah seorang guru, sekarang sudah bukan
'have got to' dan 'have to'
Modal auxiliary with to 'have got to' digunakan hanya dalam present tense. Terdapat perbedaan dari segi penekanan antara 'have got to' dengan 'have to'. Untuk jenis 'emphatic obligation' atau penekanan dengan empati, gunakan 'have got to' sedangkan untuk penekanan berupa keharusan dengan prioritas normal, gunakan 'have to'.

Emphatic Obligation
Normal Obligation
They have got to help me
He has got to help me
Hey have to help me
He has to help me

Modal auxiliaries without 'to'

Berikut ini daftar modal auxiliaries without 'to'.


Modal Auxiliaries without ‘to’
Can
Could
Better (had better)
May
Might
Must
Should
Would

Tidak mempengaruhi dan dipengaruhi subject

Jenis modal auxiliaries without 'to' diatas tidak mempengaruhi dan tidak dipengaruhi oleh subject. Dengan kata lain, modal auxiliaries without 'to' diatas berlaku untuk semua subject. Catatan selanjutnya, jika menggunakan modal auxiliary without 'to' diatas, maka verb (kata kerja) untuk subject 'He, She, dan It' tidak lagi terkonjugasi dengan penambahan -s /-es atau present participle (bentuk -ing). Perhatikan contoh kalimat dibawah.
She can swim
He must visit the doctor
Tabel berikut ini menjelaskan pemberlakuan semua subject untuk modal auxiliary without 'to;.

Subject
Modal Auxiliaries without ‘to’
I, you, we, they, he, she, it
Can
Could
Better (had better)
May
Might
Must
Should
Would

Konjugasi tenses


Present Tense
Past Tense
Can
May
Shall
Will
Could
Might
Should
Would

Modal auxiliaries without 'to' diatas pada umumnya digunakan dalam bentuk present tense. Namun, kita tidak bisa sebebas itu menggunakannya dalam bentuk lainnya karena adanya subjunctive mood yang dapat menyebabkan kesalahan interpretasi. Subjunctive mood sendiri merupakan ungkapan yang digunakan untuk mengekspresikan kemungkinan dimasa depan atau ungkapan yang mensyaratkan sesuatu. Misalnya pada contoh berikut.

Catatan : Pembahasan khusus tentang subjunctive mood diterbitkan pada halaman yang berjudul "Bahas Subjunctive Mood".
They shall hurry there - Future tense
They should hurry there - Subjunctive yang berarti 'Kemungkinan yang akan dilakukan dimasa depan'
No one will know - Future tense
No one would know - Subjunctive yang berarti 'Hasil atau efek yang kemungkinan besar akan terjadi dimasa depan'
Berikut ini contoh subjunctive mood yang membutuhkan sebuah syarat atau kondisi tertentu untuk terjadi sebelum sebuah harapan terwujud. 
I can help you - Present tense
I could help you - Past tense
I could help you if you phoned me - 'if you phoned me' merupakan subjunctive mood (kondisi atau syarat yang harus dipenuhi). Dengan kata lain, syarat yang harus dipenuhi agar 'Saya menolong kamu' adalah 'Kamu harus menelepon saya' terlebih dahulu.
(Baca Juga: Bahas Subjunctive Mood)
'Better (had better)' dan 'Must'
Keduanya hanya digunakan dalam bentuk present tense.
They better send me a message
They had better send me a message
They must send me a message

Terkait modal auxiliary without to 'must', pembaca sekalian harus mampu membedakan penggunaan 'must' yang berfungsi sebagai 'strong obligation' yang berarti 'harus' dengan ungkapan 'must be + 'present participle' yang memiliki makna idiomatic. Perhatikan contoh berikut.
I must remain at office tonight - (Strong obligation) Keharusan untuk berada di kantor malam ini
You must be joking - (Idiomatic) Kamu tidak serius. Kamu pasti bercanda. (Arti kalimat ini BUKAN 'Kamu harus bercanda')

Modal auxiliaries juga dapat muncul dengan 'have + past participle' yang merujuk kepada:
  • Keadaan yang menjadi harapan kita untuk terjadi dimasa lalu;
  • Hal yang seharusnya dilakukan pada masa lalu; dan
  • Peristiwa yang kemungkinan terjadi pada masa lalu.
They should have phoned me - Seharusnya mereka menelepon saya terlebih dahulu (Pada kenyataannya mereka tidak menelepon saya)
You could have told me about this earlier - Kamu bisa memberitahu saya tapi pada kenyataannya kamu tidak melakukan itu.
Your handphone might have been stolen - HP-mu kemungkinan tidak hilang, tapi dicuri



Popular Posts

Recent Posts

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Unordered List

Text Widget

Blog Archive