Bahas Grammar dan Soal Bahasa Inggris, TOEFL serta IELTS

Latihan Soal Grammar - Subject and Verb Agreement



---

1. What is JavaScript?
A. Another name for Java
B. A scripting language mostly for the web
C. When you use Java without compiling


2. Andy, one of the best English teachers in this school, _______ 30 this month
A. turns
B. turn
C. turning


3. My sunglasses, the brand new item, _______ Rp. 750.000
A. none option is correct
B. cost
C. costs

Bahas Persuasive Writing

Setelah membahas tentang 'Personal Narrative Text', kali ini kita akan mengulas tentang Persuasive Writing. Persuasive writing merupakan jenis tulisan yang berisi tentang ajakan-ajakan atau pendekatan-pendekatan tertentu yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pembaca. Dalam penulisannya, penulis sebaiknya menyertakan fakta-fakta pendukung untuk meyakinkan pembaca bahwa opini atau ide yang dituliskannya benar-benar realistis dengan harapan agar pembaca dapat mendukung, menyetujui dan


Karakteristik Persuasive Writing

Berikut ini merupakan karakteristik dari persuasive writing.
  1. Memuat opini atau ide penulis;
  2. Mengandung alasan-alasan logis yang mendukung opini atau ide yang disampaikan;
  3. Memuat ajakan.

Contoh Persuasive Writing

Berikut ini contoh dari persuasive writing yang dikutip dari "The Forecast: A Warmer World"
According to a report by a United Nations scientific group, the earth's average temperature could rise as much as 6 degrees farenheit in the next 100 years! That would be a huge change. Over the past 100 years, the average temperature rose 1 degree farenheit, and even that is considered to be a big change.

Even a small rise in the earth's temperature could have a big impact. The U.N. scientists predict that over the next century, polar ice caps and glaciers could melt, raising ocean levels as much as three feet. Low-lying land along seacoasts and in river basins could flood. Entire islands in the Pacific could be under water. Many people could have to move to higher ground.

Global warming could also make weather less predictable, with extreme heat and old, drought and more violent storms. Rainfall patterns could change. Some farm areas could be unable to grow crops.

What can we do? Most nations have taken small steps to control the release of gasses that trap heat. Everyone agrees that stronger measures are needed. Scientists now know global warming cannot be ignored much longer.


Analisis Contoh Persuasive Writing 

Setelah membaca contoh dari persuasive writing diatas, mari kita analisis contoh diatas bersama-sama.

Kalimat pertama pada paragraf pertama diatas memuat fakta yang dikutip dari 'United Nations scientific group' bahwa suhu atau tempratur bumi pada 100 tahun mendatang akan meningkat sebanyak 6 derajat farenheit. Penyajian fakta tersebut bertujuan untuk meyakinkan pembaca bahwa global warming benar-benar merupakan isu yang harus diperhatikan. Kemudian pada kalimat selanjutnya, penulis memberikan opininya dengan menuliskan '... the average temprature rose 1 degree farenhet, and even that is considered to be a big change'

Pada paragraf dua, penulis menginformasikan dampak atau akibat dari pemanasan global secara ringkas.

Paragraf ketiga memuat dampak dari pemanasan global secara lebih spesifik. Sampai disini, pembaca akan memiliki pengetahuan yang lebih spesifik tentang bahaya pemanasan global yang dengan pengetahuan tersebut, pembaca diharapkan dapat mendukung opini penulis tentang bahaya pemanasan global dengan harapan agar pembaca dapat berperan aktif dalam upaya menekan dampak negatif dari pemanasan global tersebut.

Kiat Menulis Personal Narrative Text

Teks personal narrative, dalam buku berjudul "Grammar and Writing Handbook" yang di-publish oleh MacMillan and McGraw-Hill didefinisikan sebagai 'a story that tells about a personal experience' atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sebuah cerita yang memberitahukan tentang pengalaman pribadi.

Karakteristik Personal Narrative Text

Adapun karakteristik atau ciri dari personal narrative text adalah sebagai berikut:
  1. Memuat pengalaman pribadi sebagai konten utama;
  2. Ditulis dengan menggunakan orang pertama;
  3. Memuat peristiwa yang ditulis dalam rentetan waktu tertentu; dan
  4. Menggunakan time-order words.


Pengalaman Pribadi

Berdasarkan pengertian pada paragraf pembuka diatas, jelas bahwa karakteristik utama dari jenis teks ini mengandung pengalaman pribadi sebagai kontennya. Kamu dapat menceritakan apapun dalam hal ini; sepanjang apa yang kamu ceritakan benar-benar pernah kamu alami.

Orang Pertama

Baik dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa Indonesia, dikenal istilah subjek 'orang pertama', 'orang kedua', dan 'orang ketiga'. Orang pertama merujuk kepada kamu sendiri sebagai penulis cerita. Dalam teks personal narrative, gunakanlah orang pertama sebagai subjek. Adapun subjek yang termasuk dalam orang pertama adalah 'I' dan 'We'.
Yesterday in English class, my teacher asked me to answer question number 7. I thought that it would be easy. Unfortunately, my answer was wrong. My classmates laughed at me spontaneously. My teacher said, "Stop laughing! It's normal".
Perhatikan gaya penulisan contoh potongan personal narrative text pada paragraf diatas. Dalam potongan paragraf tersebut, terdapat kata 'I' yang mengindikasikan bahwa cerita tersebut benar-benar dialami oleh penulis cerita.

Rentetan Waktu

Rentetan waktu merujuk kepada peristiwa yang diceritakan berdasarkan urutan waktu. Dalam hal ini, kamu harus menceritakan pengalaman yang kamu pernah alami dengan urutan yang jelas. Frase yang biasanya digunakan adalah 'The night before', 'In the morning', 'In the afternoon', dan lain sebagainya.

Time-order Words

Poin ini merujuk kepada terdapatnya kata-kata yang memperjelas peristiwa demi peristiwa penting dalam rentetan waktu seperti 'At that time', 'At the moment', 'After that', 'Next', 'Finally', dan sebagainya.

Tujuan Teks Personal Narrative

Tujuan dari teks personal narrative ini adalah untuk menghibur pembaca dengan menyajikan pengalaman pribadi sebagai kontennya.

Tips Menulis Teks Personal Narrative

Bukalah cerita dengan menuliskan keterangan yang umum (general statement) kemudian tambahkan poin yang lebih spesifik (supporting detail) dibelakangnya. Sebisa mungkin, tulislah cerita dengan komposisi yang terstruktur dengan pola 'G-S' atau 'General to Specific'.

Tips selanjutnya, hindari pemakaian kata yang berlebihan. Sebisa mungkin, arahkan pembaca kamu pada alur yang jelas; tidak membuat pembaca melewatkan satu kalimatpun dari bacaan. Dalam hal ini, pemilihan kosakata wajib diperhatikan. Untuk mengujinya, silahkan posisikan diri kamu sebagai pembaca setelah tulisan kamu selesai dibuat.

Contoh Teks Personal Narrative

Berikut ini contoh teks personal narrative yang dikutip dari buku yang berjudul "Grammar and Writing Handbook".
I am a pretty easygoing sort of a person, and it takes a lot to get me upset. When I woke up yesterday, I had no idea of what was in store. There was a huge amount of math homework due, but I had done the work in no time. I was looking forward to the play rehearsal, too.

At school, the math teacher collected our homework. No wonder it had seemed so easy-I had done the wrong pages! The rest of the morning was fine, except I nearly sprained my jaw trying to eat the snack I had packed in my backpack. It turned out to be a rubber cookie that Wendy had slipped in.

At last it was time for our play rehearsal. "Break a leg", said Denise. The doctor laughed so hard when I told him the story that I almost kicked him with the plaster cast he had just put on my left foot.

by: Baker, M.
Berdasarkan pemaparan sebelumnya, cerita diatas telah memenuhi unsur personal narrative text. Cerita tersebut menggunakan 'I' sebagai subjek, tersusun berdasarkan rentetan waktu yang jelas, dan banyak menggunakan time-order words.


Tabel To Be dalam Bahasa Inggris

To be dalam bahasa Inggris seyogianya merupakan linking verb [kata kerja penghubung] yang menjelaskan atau menerangkan keadaan dari subject. Selain itu, to be juga dapat berfungsi sebagai auxiliary verb [kata kerja bantu] yang dapat menggantikan posisi verb dalam kalimat nominal. Selanjutnya, to be digunakan dalam kalimat pasif [passive voice].

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, terkhusus pada pembahasan tentang tenses, to be memegang peranan penting dalam pembentukan kalimat nominal dalam bahasa Inggris. Berikut link artikel kami yang membahas tentang tenses: "Tabel Tenses Lengkap".

To Be dalam Bentuk Positive

Subject

To be (Positive)

Contoh

Present

Past

Present

Past

I

Am

Was

I am a smart student

I was a doctor

You

Are

Were

You are a smart student

You were a doctor

We

We are smart students

We were doctors

They

They are smart students

They were doctors

He

Is

Was

He is a smart student

He was a doctor

She

She is a smart student

She was a doctor

It

It is beautiful class

It was beautiful class

Josh

Josh is a smart student

Josh was a doctor

To Be dalam bentuk Negatif


Subject

To be (Negative)

Contoh

Present

Past

Present

Past

I

Am + not

Was + not

[wasn’t]

I am not a lazy student

I was not [wasn't] a doctor

You

Are

[Aren’t]

Were

[Weren’t]

You are not [aren’t] a lazy student

You were not [weren’t] a doctor

We

We are not [aren’t] lazy student

We were not [weren’t] doctors

They

They are not [aren’t] lazy student s

They were not [weren’t] doctors

He

Is + not

[Isn’t]

Was + not

[Wasn’t]

He is not [isn’t] a lazy student

He was not [wasn’t] a doctor

She

She is not [isn’t] a lazy student

She was not [wasn’t] a doctor

It

It is not [isn’t] beautiful
class

It was not [wasn’t] beautiful class

Josh

Josh is not [isn’t] a lazy
student

Josh was not [wasn’t] a doctor



Daftar Bound Preposition dalam Tabel

Setelah mengulas tentang preposition pada artikel sebelumnya, kini kita akan membahas satu jenis preposition lagi yang dikhususkan pada bound preposition.

Bound Preposition

Bound preposition merupakan preposisi yang terikat oleh parts of speech tertentu, diantaranya adalah noun, verb, dan adjective. Preposition yang di-list dibawah ini selalu berpasangan. Pastikan kamu dapat menghapalnya, atau paling tidak sering-sering membaca daftar berikut.

Preposition + Adjective


Bound Preposition

Arti

Contoh

Surprised at

Terkejut pada

I was surprised at the content of the book

Surprised by

I was surprised by the content of the book

Afraid of

Takut pada

Is she afraid of darkness?

Bored with

Bosan pada

I’m bored with the music

Proud of

Bangga akan

I’m proud of you

Pleased with

Senang pada

I’m pleased with the result so far

Responsible for

Bertanggung jawab untuk

She is responsible for this broken window

Fond of

Menyukai

I’m fond of you

Famous for

Terkenal akan

Toraja is famous for its Toraja Coffee

Jealous of

Cemburu atas

Don’t be jealous of someone’s glorious

Engaged to

Bertunangan dengan

I was engaged to her

Full of

Penuh dengan

My writing is full of grammatical mistakes

Excited about

Tertarik/heboh untuk

I think, she’s excited about having her farewell party
next week

Disappointed with

Kecewa dengan

I’m disappointed with the result so far

Interested in

Tertarik pada

I’m not interested in mathematics

Bad at

Buruk dalam bidang

She is bad at mathematics

Different from

Berbeda

She looks different from his mother

Different to

She looks different to his mother

Worried about

Cemas akan

Don’t worry about your writing project

Short of

Singkat

They are short of money, give them some dollars

Good at

Baik dalam bidang

He is good at mathematics

Tired of

Lelah terhadap

I’m tired of doing this project

Preposition + Noun

Berikut ini beberapa preposition yang berpasangan dengan noun.


Bound Preposition

Arti

Contoh

Answer to

Membalas/menjawab

I’ve had an answer to my letter

Attitude to [towards]

Pandangan/sikap

Students had positive attitude toward the class

Cause of

Sebab (dari)

It was the cause of all problems

Decrease in

Penurunan

There has been a decrease in the price of smart-phone

Difference between

Perbedaan antara

What is the difference between those two?

Difficulty in

Kesulitan dalam

I have no difficulty in writing this post

Difficulty with

Kesulitan dengan

I have no difficulty with my writing project

Example of

Contoh dari

This sentence is an example of bound preposition

Increase in

Peningkatan

There has been an increase in the price of smart-phone

Invitation to

Undangan untuk

I attended her invitation to dinner tonight

Need for

Membutuhkan

I need for your help

Reason for

Alasan atas

This is the reason for all problems

Relationship between

Hubungan antara

What is the relationship between this one and another one?

Relationship with

Hubungan dengan

My business has a strong relationship with her company

Photograph of

Gambar dari

Can you show me the photograph of your cat?

Preposition + Verb

Preposition with verb merupakan preposisi yang selalu berpasangan dengan kata kerja berikut ini. Berikut ini beberapa daftarnya.


Bound Preposition

Arti

Contoh

Apply for

Melamar/mendaftar

She plans to apply for a job

Depend on

Tergantung pada

My writing quality will depend on my mood

Speak to

Berbicara dengan

I always try to speak to you

Concentrate on

Berkonsentrasi pada

When riding, concentrate on the road!

Believe in

Percaya/yakin pada

I believe in you

Look for

Mencari

I’m looking for that book

Look at

Melihat

Look at this, it’s so beautiful

Look after

Mengawasi/jaga

Please, look for my baby while I go out

Look into

Mengamati

I will look into the attendance list soon

Look on

Menonton/lihat

Don’t just look on the game, let us play

Look through

Memeriksa

Please look through my project

Crash into

Menabrak

I almost crashed into a wall in the parking lot

Die of

Mati akibat

Many people die of starvation

Belong to

Milik

This laptop belongs to me

Write to

Menulis untuk

I have been to busy to write to you

Rely on

Bersandar pada

Don’t ever rely on that

Take into account

Mempertimbangkan / memperhitungkan

You must take my project into account for consideration to be approved

Search for

Mencari

I’m searching for “Bahas Grammar” on Google

Wait for

Menunggu

I have been waiting for this moment

Present Participle as Preposition

Selain daftar diatas, terdapat pula preposition yang berupa present participle [-ing form]. Berikut beberapa diantaranya.


-ing Preposition

Arti

Respecting

Terkait, mengenai

Including / excluding

Termasuk / tidak termasuk

Barring

Terkecuali

Concerning

Terkait, mengenai, tentang

Pending

Seraya menunggu

Regarding

Terkait, tentang, mengenai

During

Selama

Notwithstanding

Meskipun, walaupun

Considering

Mengingat

Excepting

Kecuali



Bahas Present Participle

Dalam pembelajaran grammar bahasa Inggris, dikenal dua jenis participle; yaitu, present participle dan past participle. Keduanya dapat berfungsi sebagai modifier (penjelas) dan dapat pula berfungsi sebagai bagian dari verb phrase. Pada kesempatan kali ini, kita akan fokus kepada pembahasan present participle.
Setelah membaca dan memahami artikel ini, pengunjung sekalian sangat disarankan untuk lanjut ke sesi latihan soal grammar terkait present participle yang link-nya dapat diakses pada akhir pembahasan ini. Selanjutnya, silahkan lengkapi proses pembelajaran pembaca sekalian dengan membaca artikel yang berjudul "Bahas Past Participle".

Formula Present Participle

Present participle dibentuk oleh kombinasi infinitive + -ing. Dengan kata lain, present participle memiliki form atau bentuk yang sama dengan progressive verbs dan gerunds, misalnya: reading, swimming, learning, dan lain sebagainya.

Perbedaan Present Participle dengan Progressive Verb

Karena memiliki bentuk yang sama, maka tentunya present participle berpotensi untuk membingungkan pelajar bahasa Inggris sekalian. Untuk membedakannya, present participle selalu berdiri sendiri (mirip dengan gerunds) sementara progressive verb selalu didahului oleh 'to be'. Bandingkan kalimat pada tabel dibawah ini.

Present Participle
Progressive Verb
That sitting girl in a car is my friend
She is sitting in a car
That laughing man is my friend
He is laughing

Pada tabel diatas, terlihat jelas perbedaan antara present participle dengan progressive verb. Pada baris pertama, that sitting girl berarti 'Wanita yang sedang duduk itu'. 'Sitting' dalam kalimat tersebut menerangkan noun 'girl'. Kalimat tersebut dapat saja menjadi 'That girl in a car is my friend'. Adanya kata 'sitting' kemudian menjelaskan lebih spesifik tentang 'girl' dalam kalimat. Begitu halnya dengan contoh kalimat pada baris kedua.

Untuk pembuktian lebih lanjut, mari kita analisis keempat kalimat pada tabel diatas.

'That sitting girl' adalah subject kalimat, 'in a car' adalah prepositional phrase, dan 'is' berfungsi sebagai pengganti verb. Kalimat dalam bahasa Inggris akan rancu apabila memiliki verb ganda. Dalam hal ini, contoh pertama telah memenuhi kriteria untuk menjadi kalimat dengan kehadiran subject 'the sitting girl' dan verb 'is'. Bandingkan dengan komposisi dari kalimat disebelahnya dimana 'she' merupakan subject kalimat dan 'is sitting' merupakan verb dalam bentuk progressive.

Jika pembaca sekalian ingin menguji pemahaman tentang "Present Participle", silahkan akses halaman "Latihan Soal Grammar - Present Participle".

Jika ingin membaca artikel yang mengulas tentang 'past participle', silahkan akses halaman kami yang berjudul "Bahas Past Participle".

Popular Posts

Recent Posts

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Unordered List

Text Widget

Blog Archive